Kalau datang ke acara organisasi, biasanya perhatian orang tertuju ke panggung. Siapa yang bicara. Siapa yang presentasi. Siapa yang pegang mikrofon. Pokoknya, yang kelihatan penting.
Padahal, sering kali percakapan paling berharga justru terjadi di tempat yang tidak masuk kamera.
Di pojok ruangan.
Jumat malam itu, ketika peserta Sarasehan PKS Dapil V Jawa Tengah khusyuk menyimak materi di dalam aula, ada forum lain yang diam-diam berjalan. Tanpa moderator. Tanpa notulen. Tanpa layar presentasi.
Hanya dua kursi. Dua gelas minum. Dan dua orang yang sama-sama sedang memikirkan satu hal: bagaimana membuat dakwah digital tidak sekadar ramai, tetapi berdampak.
Yang satu, Ustadz Ahmad "Supermen" Mustaqim, S.Sn., Kepala Bidang Komdigi DPD PKS Sukoharjo. Julukan "Supermen" jelas bukan karena bisa terbang. Barangkali karena hampir semua urusan desain, video, media sosial, sampai urusan teknis yang bikin orang lain garuk-garuk kepala, entah bagaimana selalu bisa ia selesaikan.
Di depannya duduk Bang Ashim, Kepala Bidang Komdigi DPW PKS Jawa Tengah. Sosok yang lebih banyak mendengar, juga banyak berbicara. Sesekali tersenyum. Sesekali melempar pertanyaan yang justru membuat lawan bicaranya berpikir lebih dalam.
Obrolannya? Jauh dari basa-basi.
Yang keluar justru keluhan-keluhan yang mungkin hanya dipahami orang-orang yang tiap hari bergelut dengan dunia media.
Tentang admin yang semangatnya naik turun.
Tentang konten yang sudah diedit sampai dini hari, tetapi penontonnya cuma puluhan.
Tentang kader yang sebenarnya hebat bekerja, tetapi alergi difoto.
Tentang algoritma yang berubah lebih cepat daripada semangat bikin konten.
Tentang bagaimana AI mulai membantu pekerjaan, tetapi tetap tidak bisa menggantikan rasa, empati, dan intuisi manusia.
Semua dikeluarkan. Tidak ada yang ditutup-tutupi.
Lucunya, forum kecil seperti itu memang tidak pernah menghasilkan tepuk tangan. Tidak ada sesi foto bersama. Tidak ada sertifikat.
Yang lahir justru sesuatu yang lebih mahal.
Ide.
Ide membuat pelatihan yang lebih membumi.
Ide membangun sistem media yang saling membantu antar daerah.
Ide agar setiap DPD tidak bekerja sendirian.
Ide supaya konten partai tidak hanya mengejar viral, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat.
Kadang memang begitu.
Inspirasi tidak selalu lahir dari podium megah.
Ia sering muncul dari obrolan sederhana di sudut ruangan.
Dari secangkir kopi yang mulai dingin.
Dari kalimat, "Mas, saya juga ngalami itu..."
Lalu percakapan mengalir. Benang kusut mulai terurai. Masalah berubah menjadi pekerjaan rumah bersama. Dan sebelum sadar, dua jam sudah berlalu.
Barangkali begitulah cara organisasi bertumbuh.
Bukan hanya lewat rapat besar yang penuh agenda, tetapi juga lewat forum-forum kecil yang penuh kejujuran.
Karena di dunia kehumasan, kamera memang merekam peristiwa.
Tetapi ide-ide terbaik sering kali lahir... justru di pojok ruangan.