WURYANTORO, WONOGIRI – Kecamatan Wuryantoro memiliki potensi besar yang bertumpu pada sektor pertanian dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, tantangan yang dihadapi warga dan petani saat ini dinilai semakin kompleks, terutama akibat dampak perubahan iklim global.
Menyikapi hal tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Wuryantoro menekankan pentingnya langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.
"Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu eksternal. Pergeseran musim kemarau dan hujan yang tak menentu adalah ancaman nyata terhadap produktivitas petani kita di desa-desa seperti Genukharjo, Gumiwang Lor, hingga Sumberejo," ujar Azam, perwakilan dari DPC PKS Wuryantoro.
Menurut Azam, ada tiga langkah krusial yang perlu didorong bersama oleh seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan di Wuryantoro:
Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna: Memperkenalkan sistem irigasi modern yang hemat air serta penggunaan varietas benih yang lebih adaptif terhadap cuaca ekstrem.
Penguatan Sektor UMKM Pengolahan: Mendorong pengolahan hasil bumi lokal—seperti singkong, jagung, dan palawija—menjadi produk turunan yang bernilai jual lebih tinggi agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah.
Akses Permodalan yang Sehat: Memastikan para petani dan pelaku usaha lokal mendapatkan akses pembiayaan yang aman melalui penguatan koperasi syariah atau program kemitraan resmi, guna menghindari jeratan rentenir.
PKS Wuryantoro menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan menjembatani aspirasi warga. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan struktur berlapis hingga ke tingkat daerah untuk menyuarakan perbaikan infrastruktur pertanian, khususnya akses air bersih dan jalan usaha tani.
"Pembangunan sejati harus dimulai dari kedaulatan pangan di desa-desa. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, kita optimis Wuryantoro mampu mengubah tantangan ini menjadi peluang kemandirian ekonomi," pungkas Azam.