Wonogiri — Menjelang malam, ketika sebagian besar orang telah berkumpul bersama keluarga di rumah, aktivitas di kantor DPD PKS Wonogiri masih berlangsung. Sejumlah pengurus terlihat masih berdiskusi, menyusun program, mengevaluasi kegiatan, hingga membahas berbagai persoalan masyarakat yang perlu mendapat perhatian.
Bagi mereka, menjadi pengurus partai bukan sekadar jabatan organisasi. Ada amanah yang harus dijaga dan ada harapan masyarakat yang perlu diperjuangkan. Tak jarang, waktu istirahat, waktu bersama keluarga, bahkan waktu untuk diri sendiri harus dikurangi demi memastikan berbagai program pelayanan dapat berjalan dengan baik.
Di ruang-ruang rapat sederhana itu, yang dibicarakan bukan tentang kepentingan pribadi. Ada usulan perbaikan jalan desa, keluhan petani, kebutuhan pendidikan anak-anak, program pemberdayaan masyarakat, hingga berbagai ikhtiar agar PKS dapat terus memberi manfaat yang lebih luas. Satu persoalan dibahas, persoalan lain menunggu untuk dicarikan jalan keluarnya.
Mungkin tidak semua kerja itu terlihat. Tidak semua rapat terdokumentasi. Tidak semua pengorbanan tercatat. Namun para pengurus memahami bahwa perjuangan memang sering kali berlangsung dalam sunyi. Menyumbangkan tenaga mungkin mudah, tetapi menyedekahkan waktu adalah bentuk pengorbanan yang tidak semua orang mampu melakukannya.
Bahkan sering kali ketika malam semakin larut dan jalanan mulai sepi, mereka baru beranjak pulang. Membawa lelah yang mungkin tidak diketahui banyak orang, tetapi juga membawa harapan bahwa waktu yang telah mereka sedekahkan hari itu dapat menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan manfaat bagi umat dan masyarakat Wonogiri.
Karena bagi mereka, melayani bukan sekadar slogan. Melayani adalah tentang hadir, mendengar, berpikir, dan bekerja. Meski kadang harus pulang lebih malam dari biasanya.
#PKSWonogiri #PKSMelayani #MelayaniDenganHati #UntukUmat #UntukRakyat #Wonogiri