Kejadian tersebut tepatnya terjadi di dusun Pijiharjo, Manyaran. Data yang kami peroleh berdasarkan penuturan warga, dua belas penduduk dusun tersebut telah terjangkit penyakit demam berdarah selama beberapa pekan terakhir di bulan April 2016 ini. Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut menyebabkan korban-korban harus di rawat selama beberapa hari di rumah sakit.


Kejadian ini terjadi karena respon yang kurang cekatan dari pihak-pihak terkait dalam menangani penyakit tersebut, serta kurangnya kewaspadaan dalam mengantisipasi penyakit yang tergolong sangat diwaspadai ini.

“Harus ada penanganan dan tindakan yg konkret dan terpadu oleh dinas kesehatan dengan masyarakat Pijiharjo untuk bisa memutus mata rantai endemik DB.”, begitulah tandas dari Sri Hariyanto. Anggota DPRD Kab. Wonogiri dari FPKS menanggapi kejadian tersebut.

“Juga di butuhkan peran serta pemerintah desa setempat untuk ikut memantau dan menginformasikan ke dinas terkait.”,katanya ketika dihubungi via telpon.

“Dan sangat di sayangkan belum ada tindakan apapun dr dinas kesehatan. Baik foging maupun tindakan yg lain untuk penanganan kasus ini.”, tutupnya.


Diharapkan kejadian ini menjadi pelajaran dan peningkatan kewaspadaan bagi warga Pijiharjo khususnya, dan warga Wonogiri pada umumnya.